Kupang.
Kpksigap.com.
SMKN 4 Kupang menjadi salah satu bagian penting dalam kemeriahan Parade Tenun yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Parade ini melibatkan lebih dari 7.000 peserta dari berbagai kalangan di kota kupang sekalian merupakan wujud nyata pelestarian dan promosi kekayaan budaya NTT, khususnya kain tenun.
Sebagai sekolah yang memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya lokal, SMKN 4 Kupang menampilkan motif tenun khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat kabupaten Kupang yang memiliki tiga motif utama Amfoamg, Amarasi dan Helong . Kehadiran mereka membawa semangat generasi muda dalam mencintai dan menjaga warisan budaya, sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.
Parade Tenun ini tidak hanya diadakan di Kota Kupang, tetapi juga berlangsung serentak di 21 kabupaten lainnya di NTT. Dengan konsep penggunaan tenun yang beragam di mana setiap peserta, mengenakan pakaian tenun khas sesuai daerah kabupatennya.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Santi Ambarwati, menegaskan bahwa parade ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya dan mempromosikan tenun NTT sebagai salah satu ikon provinsi. “Kami ingin menjadikan tenun sebagai bagian penting dari budaya dan dapat dijadikan aset dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat.
Hari ini, semangat pelestarian budaya semakin menguat dengan ditetapkannya 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun,” ujarnya.
Partisipasi SMKN 4 Kupang juga menggambarkan peran penting institusi pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Keterlibatan pelajar dalam parade ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dini bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya daerahnya.
Selain parade, rangkaian acara HUT ke-66 NTT juga meliputi berbagai aksi sosial seperti pemberian bingkisan kepada anak-anak stunting, pasar murah, serta pameran produk UMKM berbasis pangan lokal seperti sorgum dan jagung Rote. Parade ini bahkan berhasil mencetak Rekor MURI untuk jumlah varian motif tenun terbanyak yang ditampilkan dalam satu acara.
Berkaitan dengan kegiatan parade tersebut, salah seorang SMKN 4 Kupang yang enggan u disebut namanya menyatakan bahwa kegiatan parade ini bukan hanya sekadar perayaan biasa, perayaan rutin tahunan, melainkan menjadi monentum dan langkah nyata untuk membangun kesadaran, kecintaan dan pelestarian budaya lokal.
Sang guru tersebut kepada Media ini mengatakan bahwa sangat senang dengan parade tersebut karena sesuai dengan filosofi ” seragam itu baik namun beragam itu lebih baik, ketika ada kesadaran dan kecintaan demi menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bersama.
Penulis
Halen S Taka
(KPK-SIGAP Yohanes Kupang).. editor




