Demo BARAKUDA Ricuh: Sopyan Dewa Kritik Pedas Beni Nento, Singgung Kepemimpinan Minim Kecerdasan Emosional

KpkSigap, Pohuwato, 17 Desember 2024 – Aksi demonstrasi yang digelar oleh Barisan Rakyat untuk Keadilan (BARAKUDA) di Kantor Pemerintah Daerah Pohuwato pada Senin, 16 Desember 2024, berakhir ricuh dan berbuntut panjang. Aktivis Sopyan Dewa melontarkan kritik tajam terhadap Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, yang dianggap gagal memahami akar masalah di balik aksi tersebut.

Dalam pernyataannya kepada media, Sopyan Dewa menyampaikan kekecewaannya atas respons Beni yang terkesan memihak perusahaan dan mengabaikan aspirasi massa.

“Seharusnya, sebelum mengeluarkan statemen seperti itu, dia harus telusuri dulu alasan mengapa massa aksi BARAKUDA bersikap seperti itu. Pernyataannya menunjukkan kesan seolah-olah memihak perusahaan dan ingin menjerumuskan teman-teman massa aksi ke jalur hukum. Padahal, ini semua ada sebab akibatnya. Kekecewaan massa memuncak karena tidak ada satu pun pejabat pemerintah yang hadir menemui mereka. Bahkan, tidak ada pemberitahuan bahwa pejabat tidak berada di tempat, meskipun pemberitahuan aksi sudah disampaikan tiga hari sebelumnya,” tegas Sopyan melalui pesan WhatsApp.

Pemimpin Harus Punya Kecerdasan Emosional

Sopyan juga menyayangkan minimnya kecerdasan emosional Beni dalam menyikapi situasi. Ia membandingkan gaya kepemimpinan Beni dengan Ketua DPRD sebelumnya, Nasir Giasi, yang menurutnya lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Seorang pemimpin harusnya bijak dalam mengambil keputusan, apalagi saat mengeluarkan pernyataan. Pemimpin harus punya jiwa kecerdasan emosional yang tinggi. Kami terbiasa dengan kepemimpinan DPRD era Nasir Giasi, yang sangat bijak dan punya kecerdasan emosional. Di era Beni Nento, statemennya justru terkesan memprovokasi dan menunjukkan kepemimpinan yang lemah,” lanjut Sopyan.

Respons Tegas Ketua DPRD

Di sisi lain, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento menyatakan sikap tegas terkait kericuhan yang terjadi. Ia meminta pihak kepolisian memproses secara hukum para pelaku perusakan fasilitas pemerintah.

“Saya menerima aksi demo teman-teman, tetapi saya tegas menyampaikan bahwa pengrusakan fasilitas pemerintah harus diproses hukum,” ujar Beni saat menemui massa aksi di depan Gedung DPRD Pohuwato.

Melalui sebuah video yang beredar, Beni terlihat meminta langsung kepada Kapolres Pohuwato untuk segera menindak tegas para pelaku pengrusakan. “Kami meminta dengan tegas kepada Kapolres agar memproses hukum para perusak fasilitas di daerah kita ini,” ucapnya dengan nada serius.

Akar Masalah Aksi BARAKUDA

Aksi demonstrasi BARAKUDA dimulai di Kantor Bupati Pohuwato sebelum berlanjut ke Gedung DPRD. Massa menuntut perhatian pemerintah terkait berbagai isu yang dinilai merugikan masyarakat. Namun, ketidakhadiran pejabat untuk menemui massa memicu emosi yang berujung kericuhan.

Polemik Panjang

Pernyataan saling serang antara Sopyan Dewa dan Beni Nento mencerminkan lemahnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di satu sisi, Beni berusaha menjaga kewibawaan hukum dengan menindak perusakan fasilitas. Di sisi lain, Sopyan menilai pemerintah gagal merespons aspirasi rakyat secara adil.

Aksi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah Pohuwato untuk lebih responsif dalam menghadapi isu-isu publik. Pendekatan yang dialogis dan berempati diperlukan agar persoalan serupa tidak berakhir dengan konflik atau tindakan hukum.

Tim Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *