Maumere, Sikka- kpksigap.com,-
Solusi tepat bagi pria dan anak-anak yang ingin tampil beda, segera kunjungi Arch barbershop ” Pantang Pulang Sebelum Tampan”. Itulah slogan dari Arch Barbershop yang berlokasi di Jalan Kolombeke Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Flores NTT.
Arch barbershop ( AB) hadir di Maumere menurut Owner Arch Barbershop Ricky Tiwa tanggal 16 Agustus 2019 bertepatan dengan ulang tahun anaknya Archelia Tiwa yang ke 5 yang kemudian Barbershop ini diabadikan nama sesuai nama putrinya Arch Barbershop.
Micro Banking Manager Bank Mandiri KCP Glenmore Kabupaten Banyuwangi ini kepada kpk sigap.com Sikka via whatsappnya Sabtu ( 7/12/2024) mengatakan dirinya membidik bisnis usaha jasa Barbershop diyakini memiliki prospek cerah seiring dengan semakin tingginya kepedulian kaum Adam untuk menjaga penampilan menjawab tuntutan perkembangan kota Maumere saat ini.
Pemilik Sabuk Hitam Dan VI Shoto- Kai ini menyebutkan seiring dengan perkembangan kota Maumere banyak pria yang membutuhkan fasilitas dan layanan, perawatan serta penataan rambut yang setara dengan salon wanita.
“Rambut dan jenggot adalah mahkota seorang pria. Ia membutuhkan perawatan agar semakin keren dan tampil beda, ” tandas ayah dari Archelia dan Archiano Tiwa ini.
Ketika ditanya yang membuat Arch Barbershop berbeda dengan Barbershop lainnya Ketua umum Shoto-Kai Cabang Sikka ini menjawab AB dibentuk dari beberapa sistem mulai dari kebersihan, kenyamanan pelanggan pada saat antri, perabot dan perlengkapannya steril.
“Saya selalu tekankan barbermannya harus selalu oke. Berpenampilan rapi ketika melayani pelanggan. Semua kegiatan harus dijalankan dengan satu sistem yaitu kekompakan antara pengelola, barberman dan pelanggan, ” ujar jebolan Fisip Unwira Kupang ini.
Suami dari Olga da Cunha tidak mempekerjakan orang dari luar NTT tetapi barberman lokal anak muda Maumere yang memiliki kemampuan autodidak menyangkut pangkas rambut.
“Karena ketiga barberman ini punya kemampuan yang bagus, fokus binaan pada komitmen dan disiplin dalam bekerja. Karena bisnis ini bergerak di bidang jasa yang bersentuhan langsung dengan manusia dan pelanggan itu raja, ” tambah Anggota Dewan Guru PB. Shoto- Kai Indonesia ini.
Sementara Koordinator Arch Barbershop Yohanes Yuaniku ( 23) mengatakan menjadi seorang Capster di Arch Barbershop sudah dijalaninya selama kurang lebih 6 bulan.
“Saya diberi kepercayaan untuk bisa mengkoordinasi usaha jasa tersebut. Saya menjalani pekerjaan ini dengan tekun dan penuh tanggungjawab supaya hasilnya bisa membantu biaya kuliah saya, ” ujar mahasiswa semester 5 Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unipa Maumere ini.
Juaniko akrab disapa bersama kedua temannya Bryan Enjerico dan Armin pada saat menjelang Hari Raya bisa menghabiskan 36 kepala.
“Kalau hari biasa palingan 20 kepala. Kalau ramai itu hari Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu bisa gunting rambut untuk 20 kepala hingga 30 kepala,” terang Juaniko.
Yang membedakan Arch Barbershop dan Barbershop lainnya di Kota Maumere demikian Juaniko dari sisi fasilitas juga kenyamanan pelanggan.
“Selain itu harga terjangkau. Hanya dengan membayar Rp 20 ribu sudah mendapatkan fasilitas AC, Wifi, dan Full Music dan pulang rumah dengan ketampanan yang aduhai,” promosi Juaniko.
(KPKsigap – RED – Sikka – Yuven Fernandez)




