
Sampit-Kaltengkpksigap.com
Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur,( Kotim) keluhkan antrian panjang disejumlah SPBU di Kota Sampit, Antrian kendaraan bermotor dan mobil yang antri di SPBU mengular hingga Jalan raya.
“Sudah ada beberapa minggu ini yang antrian pertalite kembali panjang.
Kalau antrean solar itu sudah biasa karena terjadi sejak bertahun-tahun tapi belum juga bisa diatasi aparat.
Sekarang ini membeli pertalite subsidi pun harus antri lama,” kata warga yang sedang ngantri
di SPBU Jalan Pelita, Senin.4/05/2026.
“Pantauan media ini di lapangan, antrian pengendara roda dua dan roda empat yang hendak mengisi pertalite bersubsidi di SPBU, memang terlihat lebih panjang dibanding sebelumnya.
Bahkan antrian kendaraan sampai ke luar areal SPBU.
Tidak hanya di SPBU di Jalan Pelita, antrian panjang kendaraan roda dua dan roda empat juga terlihat di SPBU Jalan MT Haryono, Jalan Tjilik Riwut dan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HM Arsyad Bundaran KB. Masyarakat mengeluh karena kondisi seperti ini sudah mengganggu aktivitas mereka.
“Saya mengisi bensin (premium) di SPBU, sudah beberapa jam antre baru mendapatkan giliran mengisi. Masyarakat sudah bosan dan terganggu dengan kondisi seperti ini.
Antrean panjang pengisi solar, sudah jangan ditanya lagi karena sudah terjadi bertahun-tahun, nah sekarang masa mau mengisi premium juga harus antre panjang,” kata warga lainnya.
Melihat panjangnya antrean, tidak sedikit pengendara yang berbalik arah. Mereka batal mengisi premium di SPBU dan memilih membeli premium dari pedagang eceran, meski harus mengeluarkan uang lebih banyak karena harga pertalite eceran Rp13,000 per liter.
“Saya tidak sempat antre karena banyak kerja.
Apalagi kalau melihat antrean sudah sampai ke luar halaman SPBU, itu paling cepat satu jam baru bisa dapat giliran, padahal kita ada urusan lain,” kata warga lainnya.( M.Yunus )



