KPK sigap.com.*Kefamenanu, Selasa 14 April 2026*
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap oknum yang terlibat dalam praktik penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Timor Leste.
Desakan itu disampaikan menyusul maraknya dugaan penyelundupan BBM bersubsidi melalui wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). PMKRI menilai praktik ilegal tersebut merugikan negara dan mencederai kedaulatan di tapal batas.
*Kebocoran Distribusi Ancam Ketahanan Energi*
Menurut PMKRI, kebocoran distribusi BBM di wilayah perbatasan tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mengganggu stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Jika dibiarkan, praktik ini dikhawatirkan melemahkan ketahanan energi nasional dan memperparah ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
*Tuntut Evaluasi Pengawasan Perbatasan*
PMKRI Cabang Kefamenanu mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di pos lintas batas negara.
Ketua PMKRI Kefamenanu, Niko, kepada media menegaskan sikap organisasinya.
_“Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal di wilayah perbatasan. Jika tidak ada langkah tegas dari aparat terkait, maka kami akan membuka seluruh data yang kami miliki kepada publik serta mengambil langkah aksi sebagai bentuk kontrol sosial,”_ tegas Niko.
*Komitmen Kawal Isu Perbatasan*
PMKRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis di wilayah perbatasan, termasuk praktik penyelundupan yang dinilai mencederai kedaulatan negara dan merugikan kepentingan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait di perbatasan mengenai desakan PMKRI tersebut.
*Reporter: Yohanes Tafaib*
Editor Mursyidi


