255 Hari Menghilang 3 Nyawa Melayang Rahasia Gelap di Balik Kapal JH 7

SANGGAU,kpksigap.com — Permukaan Sungai Kapuas tampak tenang, namun di balik arusnya tersimpan tragedi yang belum sepenuhnya terungkap. Dini hari, 13 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah kapal bernama JH 7 terbalik di perairan Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Insiden itu terjadi tepat di depan jetty milik PT WAI Westerfield Alumina Indonesia.

Tiga awak kapal menjadi korban dalam peristiwa tersebut: Benget Situmeang, Yan Zhe, dan Shang Mingde. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu lainnya hingga kini masih hilang. Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan di sungai, melainkan awal dari rangkaian pertanyaan yang terus berkembang.

Secara administratif, kapal JH 7 tercatat sebagai kapal general cargo atau kapal angkut barang. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Kapal tersebut diduga digunakan untuk aktivitas penyedotan pasir di Sungai Kapuas, sebuah fungsi yang tidak sesuai dengan peruntukan resminya.

Kecurigaan semakin menguat ketika data pelacakan AIS menunjukkan bahwa kapal JH 7 sempat menghilang dari sistem selama sekitar 255 hari. Dalam dunia pelayaran, hilangnya sinyal dalam waktu sepanjang itu merupakan anomali serius yang menimbulkan tanda tanya besar terkait aktivitas kapal selama periode tersebut.

Investigasi lapangan yang dilakukan pada akhir April menemukan bahwa aktivitas penyedotan pasir masih berlangsung di lokasi yang sama. Hal ini menimbulkan keprihatinan, mengingat insiden yang merenggut nyawa tidak diikuti dengan penghentian atau evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan tersebut.

Selain itu, mayoritas pekerja yang terlihat di lokasi diduga merupakan tenaga kerja asing, sementara keterlibatan pekerja lokal sangat minim. Kondisi ini semakin menambah kompleksitas persoalan dan memunculkan dugaan adanya sistem kerja yang tertutup.

Hasil pemantauan juga mengarah pada dugaan bahwa pasir yang disedot digunakan untuk kebutuhan penimbunan di area proyek milik PT WAI Westerfield Alumina Indonesia. Jika dugaan ini benar, maka terdapat keterkaitan langsung antara aktivitas di sungai dengan kepentingan industri di darat.

Upaya konfirmasi kepada pihak terkait belum membuahkan hasil. Tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan maupun pengelola aktivitas di lapangan. Hingga kini, Sungai Kapuas masih menyimpan misteri—dan publik menunggu kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi ini.

 

Sumber : JMI Kalbar 

Penulis : Rahmad Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *