Melawi,kpksigap.com – Proyek peningkatan jalan senilai lebih dari Rp50 miliar di Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. Meski baru diselesaikan, kondisi jalan sudah menunjukkan kerusakan di sejumlah titik, membuat warga mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan yang dibiayai APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2024 tersebut.
Proyek ini dilaksanakan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalbar melalui Bidang Bina Marga, dengan kontrak selama 140 hari kerja dan masa pemeliharaan 365 hari. Berdasarkan portal LPSE, pekerjaan dengan kode lelang 9503097 ini memiliki pagu anggaran Rp50,8 miliar dengan pelaksana PT Arony Duta Indotama.
Di lapangan, warga mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran. Beberapa kerusakan yang terlihat antara lain retakan, pengelupasan aspal, kemunculan lubang kecil, hingga bahu jalan yang tampak tidak padat dan mudah tergerus air saat hujan.
“Kami ingin jalan ini benar-benar berkualitas. Baru selesai saja sudah rusak, bagaimana nanti beberapa bulan lagi?” keluh seorang warga yang merasa kecewa dengan kondisi tersebut. Warga lain menegaskan bahwa kerusakan dini ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada musim hujan.
Muncul dugaan bahwa proses pengawasan proyek tidak berjalan optimal. Seorang pemerhati pembangunan lokal menilai proyek bernilai besar semestinya mengikuti standar konstruksi jalan nasional secara ketat sejak pemadatan lapisan dasar hingga penggunaan material aspal.
Ia menyebut, apabila konstruksi dikerjakan dengan benar, kerusakan dini seharusnya tidak terjadi. Karena itu, ia mendesak Dinas PUPR Kalbar untuk turun langsung mengecek kondisi fisik di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan administrasi dari kontraktor.
Masyarakat kini meminta pemerintah provinsi melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengecekan lapangan, audit mutu pekerjaan, hingga mewajibkan kontraktor memperbaiki kerusakan selama masa pemeliharaan. Mereka juga berharap dugaan pelanggaran spesifikasi dapat diusut apabila ditemukan indikasi kecurangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait kerusakan jalan yang dikeluhkan warga. Warga pun berharap proyek bernilai puluhan miliar ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan kekhawatiran.
Sumber : Warga masyarakat Sayan
Editor : Rahmad Maulana




